Sport Tourism, Cara Kemenpar Promosikan Tanjung Lesung

Banten – Weekend ini akan diselenggarakan Festival Pesona Tanjung Lesung. Kemenpar pun mengusung sport tourism untuk mempromosikannya.

Festival Pesona Tanjung Lesung (FPTL) kembali hadir 28-30 September. Kali ini konsepnya ‘Sport & Adventure’, yakni Rhino X-Triatlon Race, Rhino MTB XC, hingga Fire Dance. Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri yang akan membuka dan sekaligus meresmikan Pasar Cikadu buatan GenPI Banten.

Berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, festival itu akan digelar di tiga venue. Meliputi Tanjung Lesung Resort, Kampung Cikadu, dan Kampung Cipanon, Pandeglang, Banten.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pembangunan KEK Tanjung Lesung sudah berjalan. Ditargetkan dapat mendatangkan 1 juta wisman.

“Target saya untuk Banten dengan icon Tanjung Lesung dan pesonanya itu 1 juta wisman. Artinya artinya bisa mendatangkan Rp 13 triliun. Itu akan berdampak langsung kepada masyarakat,” kata Arief dalam keteranga tertulis Sabtu, (29/9/2018).

 

Sebelum event yang penuh kegiatan berskala internasional itu diresmikan, Arief bersama Gubernur Banten Wahidin Halim akan meresmikan Dive Center di Tanjung Lesung Beach.

“Tanjung Lesung itu salah satu kekuatannya ya wisata bahari. Karenanya wajib punya dive center. Tanjung Lesung bawah lautnya juga indah. Saya sudah menjanjikan akan ada dive center, dan sekarang akan sudah jadi. Itu pernah dilakukan di Raja Ampat, jadi nanti ketika sudah ada dive center ini, wisatawan mancanegara yang hobi diving tidak ragu lagi datang ke Tanjung Lesung,” papar Arief.

Arief menyebut, Provinsi Banten memiliki keunggul dari wisata bahari sangat tepat menggelar Festival Pesona Tanjung Lesung. Event tersebut tentunya akan berdampak positif untuk mempercepat infrastruktur, terlebih pembangunan Marina.

“Ada dampak positifnya. Pembangunan marina bagi yacht dan cruise di Tanjung Lesung harus disegerakan, terutama bagi kapal yacht. Pembangunan marina sendiri sudah ada didaftar untuk ditawarkan ke investor,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, Arief menerangkan FPTL selalu menawaran sensasi berbeda. Event-event yang ada di dalamnya selalu mengundang penasaran untuk datang.

“FPTL ini luar biasa. Kombinasi eventnya menarik. Apa saja ada di festival ini. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitasnya luar biasa. Aksesnya mudah ditembus dari Jakarta. Jadi, pastikan Anda tidak ketinggalan di event ini,” ungkap Arief kagum.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, experience terbaik disiapkan dalam FPTL 2018.

“Karakteristik uniknya bisa dilihat dari setiap venuenya. Wisatawan bisa mengekplorasi sensasi adrenalin melalui Rhino X-Triatlon atau MTB, konsepnya dibuat menarik. Festival ini juga menyajikan hiburan terbaik,” ungkap Eneng.

Rhino X-Triatlon Race merupakan kejuaraan nasional cross triatlon. Komposisinya lomba renang, balap sepeda, dan lari melintasi eksotisnya keindahan alam Tanjung Lesung. Peserta akan merasakan medan tanah, pasir pantai, bebatuan karang, lebatya hutan pantai, hingga perkebunan.

Event tersebut juga menyediakan single track sekitar 70 persen. Peserta akan menyusuri pesisir pantai dan hutannya sekitar 60 persen. Elevasi tertinggi medan rute yang dilalui sekitar 35 meter. Rhino X-Triatlon Race akan memberikan medan 500 meter dan 1.000 meter untuk lintasan renang. Sedangkan, rute sepeda sepanjang 10 kilometer untuk satu putaran. Ada juga rute lari sepanjang 5 kilometer.

“Rhino X-Triatlon Race ini untuk menarik minat kunjungan wisman. Biasanya mereka tertarik untuk ambil bagian di sini,” ungkap Eneng.

Selain Triatlon, ada juga MTB XC Marathon (Mountain Bike Cross Country) dan Sunset Trail Run. MTB VC Marathon akan menempuh jarak 16 kilometer. Untuk Sunset Train Run menempuh jarak 17 kilometer, yang jelas ketiga sub evet ini akan melewati destinasi terbaik.

Selain sport tourism, pertunjukan seni budaya juga disajikan di FPTL 2018. Berada di Kampung Cikadu, wisatawa bisa menikmati peresmian Pasar Berbatik Cikadu. Ada juga Collosal Art Performance, Devile Pesona Tanjung Lesung, dan Festival Kolecer termasuk aneka ragam lomba.

“Potensi besar dimiliki oleh destinasi di kawasan ini. Alamnya memang luas biasa. Paket wisatanya pun semakin lengkap dengan beragam budaya yang dimilikinya. Seain itu, wisatawan juga bisa menikmati beragam sensasi kuliner dan aneka kerajinan tangan,” tambah Eneng.

Experience wisatawan pun disempurnakan oleh venue Kampung Cipanon. Area ini menampilkan Pasar Kolecer meliputi kuliner dan kerajinan, kemudian paket wisata dan juga beragam lomba lengkap dengan hiburannya.

Untuk kuliner, akan disajikan ageun lada, bubur sop labuan, balok, jojorong, nasi cumi, dan masih banyak lagi. Sementara untuk cinderamata yang ditawarkan di antaranya, gantungan kunci badak, batik Pandeglang, dan tas pandan.

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung terus naik. Pada Agustus, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 509.637 orang. Angka ini lebih tinggi dari Juli yang hanya mencapai 470.862 orang. Lalu, jumlah kunjungan pada Juni hanya sekitar 411.855 wisatawan. Jumlah wisatawan pada Agustus 2018 juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada Agustus 2017, angkanya hanya mencapai 430.219 orang.

“Rapor positif ini tentu menjadi modal bagus untuk pengembangan KEK Tanjung Lesung ini. Sebab, semua aspek memang memenuhi persyaratan,” jelas Eneng.(idr/rdy)

 

Courtesy: detikTravel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *