Pesawat Tipe Cessna 172–152 dan Cessna Grand Caravan Mendarat Mulus, Bandara Salakanagara Siap Menjadi Fasilitas Baru Wisatawan

BANDARA Salakanagara yang berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sudah bisa digunakan dan siap menerima tamu wisatawan melalui penerbangan udara. Hal itu menyusul dua pesawat cessna tipe 172 dan 152 serta satu pesawat cessna tipe grand caravan – yang memiliki kapasitas delapan orang – berhasil mendarat mulus di Bandara Salakanagara pada Sabtu (09/10) lalu.
Bandara baru provinsi Banten
Bandara Salakanagara sendiri merupakan bandara baru yang berada di Provinsi Banten selain Bandara Soekarno Hatta. Poernomo Siswoprasetijo selaku Direktur Utama Tanjung Lesung mengungkapkan bahwa Bandara Salakanagara merupakan bandara khusus yang pengoperasiannya hanya penerbangan domestik melalui pesawat charter, dan ia berharap bertambahnya fasilitas berupa bandara ini bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung
“Harapannya, dengan hadirnya Bandara Salakanagara ini, berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung,” terangnya usai mendarat di Bandara Salakanagara, KEK Tanjung Lesung, Sabtu (09/10) lalu
Lintasan Bandara Salakanagara
Adapun Bandara Salakanagara memiliki panjang 800 meter dan lebar 16 meter, taxiway dan apron (area untuk pesawat parkir) dan hanggar yang sedang dalam proses pembangunan. Tapi, aku Poernomo, dengan fasilitas tersebut Bandara Salakanagara sudah cukup bisa digunakan dan menerima tamu wisatawan melalui penerbangan charter.
Hal itu terbukti dari mulusnya pendaratan pesawat cessna tipe 172 dan 152 serta satu pesawat cessna tipe grand caravan dalam rangka kerja sama Tanjung Lesung dengan Indonesia Flying Club (IFC) di Bandara Salakanagara ini. Para penumpang pesawat Sigit Samsu selaku Presiden IFC, Poernomo Siswoprasetijo selaku Direktur Utama Tanjung Lesung, Setiawan Mardjuki selaku Direktur Tanjung Lesung, Tony Hadi selaku CEO Premi Air, Lingga Sadoko dan Managing Director Premi Air, memiliki pendapat senada terkait perjalanan mereka.
Mereka mengaku happy karena perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Tanjung Lesung – salah satu anak usaha PT Jababeka Tbk– relatif cepat, aman  dan nyaman.
“Waktu yang ditempuh hanya 30 menit dari Halim Perdanakusuma ke Tanjung Lesung. Dan perjalanannya nyaman dan aman selama dalam perjalanan,” terang Poernomo.

Paket menginap dan joy flight
Selain itu, Poernomo juga menjelaskan bahwa Bandara Salakanagara telah siap menerima para wisatawan Tanjung Lesung melakukan joy flight dan menyaksikan panorama Gunung Krakatau dengan pesawat Cessna 152 & 172, atau penerbangan charter dari Bandara Pondok Cabe – Tanjung Lesung – Bandara Pondok Cabe dengan pesawat cessna tipe 172 atau 152 dan penerbangan charter dari Bandara Halim Perdanakusuma – Tanjung Lesung – Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat Cessna Grand Caravan.
Untuk joy flight, Tanjung Lesung melalui Tanjung Lesung Beach Hotel & Resort telah membuat  paket menginap dan joy flight dibanderol dengan harga terjangkau
Adapun harga yang diberikan sudah termasuk biaya menginap 2 hari satu malam, joy flight dengan minimal 2 orang, sarapan, dan beberapa voucher aktivitas seru di Tanjung Lesung, yaitu sepeda, snorkeling, stand up paddle board, glass kayak, dan kayak.
“Dengan joy flight ini, wisatawan bisa menikmati alam tanjung lesung yang indah, dan mendapat pengalaman baru melihat dari udara Gunung Krakatau  yang terkenal dengan  letusan terdahsyatnya pada 1883 lalu,” terang pria yang menjabat CEO PATA Indonesia ini.
Poernomo menerangkan bahwa paket tersebut bertujuan untuk memudahkan wisatawan yang ingin melihat keindahan alam Tanjung Lesung lebih dekat, baik dari darat maupun udara. Untuk pemesanan dan informasi selengkapnya, calon tamu bisa menghubungi ke nomor 0811 8780 100 ataupun mengunjungi situs resmi kami di www.tanjunglesung.com.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *